Jumat, 15 Mei 2015

Catatan Adik untuk Kakak




Umurku berbeda 3 tahun dari kakak perempuanku, tapi sepertinya orang-orang lebih sepakat kalau aku ini lebih tua , tinggiku berbeda 13 cm dengan kakak, begitupun berat badan, otot-ototku sudah terbentuk sebelum saya 17 tahun sementara dia masih sekecil wortel. Aku bangga, orangtua kami mendidik kami dengan sangat baik, jangan berantem dan menghormati kakak adalah salah satu hasil didikannya, begitupun sebaliknya kakak sangat menyayangiku, jarang sekali kami bertengkar, apalagi untuk urusan berebut sesuatu. Pernah waktu itu aku ingin sekali beli ganti velg motorku dengan yang lagi trend, ibu melarang, karena memang malas mengeluarkan budget untuk urusan yang tidak-tidak, tapi kakak, rela memberikan separuh jatah bulanannya untukku,tak di bagi saja bagiku uang bulanan kakak tak cukup, entah bagaimana caranya perempuan berkerudung lebar ini bisa mengirit. aku menolak, tapi seperti biasa kakak memaksa, menjejalkan itu di saku celanaku dengan sedikit marah-marah, “alaah.. jangan pura-pura nolak, padahal maunya lebih”. Atau ketika aku ketahuan bawa hape di sekolah, kakak yang kebetulan baru pulang liburan ku bisiki agar bersedia ke sekolah besok, ngambil hapeku yang di sita, kakak nggak marah-marah tapi besoknya kakak menimpukku pake hape yang berhasil di ambil dari guru. Dan yang paling kuingat,13 tahun lalau, saat aku berumur 7 tahun, aku hilang di keramaian waktu pasar malam,benar-benar hilang, ayah dan ibu mencariku disetiap arena permainan,mereka berteriak-teriak sampai serak. Dilain tempat aku menangis, mencari ayah dan ibu, tak ada MC yang bisa diminta mengumumkan namaku, pun mikrofon hanya dimiliki tukang obat yang lagi ‘of air’, kakak memohon tukang obat meminjamkan mikrofonnya, meski dengan syarat jarinya harus disayat agar darahnya keluar, untuk membuktikan pada penonton bahwa obatnya memang ampuh dapat menyembuhkan luka. Kakak setuju tanpa piker panjang. Dengan mikrofon di tangan, kakak naik ke atas rona-rona, membaca ayat kursi dengan penuh keyakinana bahwa jika aku di sembunyikan jin, jinnya akan menyerah dengan mendengar suara lirih ayat kursi-nya kakak, kakak memanggil-manggil namaku, aksinya menarilk perhatian semua pengunjung pasar malam, tak ada sahutan, kakak mengaji lagi,memanggil lagi, mengaji lagi begitu terus sampai aku datang memanggil kakak di bawah rona-rona. kami menangis berpelukan seperti sudah terpisah puluhan tahun.
***
Ketika lulus SMP, itu berarti sama dengan kakak baru lulus SMA. Dari jauh-jauh hari ibu dan ayah sudah bingung memikirkan biayaku yang masuk SMA dan kakak yang akan masuk kuliah, ayah yang pekerja serabutan belum mampu memecahkan masalah tersebut. Disitulah perdebatan cukup alot terjadi antara aku dan kakak.
“aku sampai sini aja sekolahnya , SMA udah cukup kok, bu”
“nggak, aku nggak mau sekolah, aku sampai SMP saja, males”
“eh apa-apaan, kamu itu laki-laki, masa pendidikan Cuma sampai SMP, jangan macem-macem, pokoknya kamu harus ngelanjutin, kamu harus masuk SMK, ambil jurusan otomotif, kakak tau banget kamu bakat disitu”
Aku tercenung, ada perasaan haru disitu. aku memang suka otomotif, tapi jujur aku bosan dengan suasana sekolah, duduk dalam kelas, mendengarkan ceramah guru, membuatku  sering ngantuk dan pusing yang berujung mual. Aku teringat diary kakak yang pertama kali kubaca tak sengaja, lalu selanjutnya menjadi bacaan saya yang disengaja. Disitu ytertulis, harapan dan mimpi-mimpi kakak, keinginananya mengangkat derjat keluarga dengan menjadi orang berprestasi. Keinginan kakak yang besar ingin menjadi seorang guru. Ku baca juga rasa cintanya yang sering diulang-ulang pada kami-adik-adiknya. Kakak harus lanjut kuliah!
“aahh pokoknya aku ga mau sekolah, kakak saja yang kuliah” tegasku.
Kakak melotot ke arahku, bersiap mencermahiku panjang lebar,bahwa aku akan jadi kepala keluarga, aku nanti akan jadi tumpuan anak istri, aku akan bla bla bla…
“kakak faham sekali dengan dunia pendidikan, aku yakin itu akan jadi motivasi buat kakak. Kakak dari dulu juara kelas, ikut lomba sana sini, juara lomba ini itu, kakak lebih pantas diperjuangkan untuk sekolah. Aku bisa otomotif secara otodidak, atau aku janji nanti aku akan kursus untuk itu. kalau di paksakan nanti aku bisa bolos setiap hari” kataku lantas meninggalkan ruangan yang senyap mendengarkan ocehanku dalam tempo sangat lambat, ayah ibu yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara, ku dengar dari kejauhan, ayah sepakat dengan pendapatku, kakak yang lanjut kuliah dan aku cukup sampai disini. Aku kembali ke tempat, tersenyum puas penuh kemenangan, kulihat genangan air di mata kakak. Kakak menangis menepuk-nepuk bahuku.
Kakak berangkat ke kota, merantau lagi untuk sebuah pendidikan, dan aku berjuang ke tanah Sumatera mencari nafkah, aku sudah besar meski umurku belum 17 tahun. Ibu dan ayah sempat melarang tapi kakak harus bisa menyelesaikan pendidikannya, aku harus bantu ayah untuk pendidikan kakak!
***
“Kakak lulus cumlaude dik” kata kakak sumringah terdengar dari telepon, konon cumlaude itu sebutan untuk yang nilainya tinggi, entah berapa, mungkin 9. Hari ini kakak wisuda, kakak berteriak-teriak memintaku pulang 2 bulan sebelumnya tapi aku tak bisa karena keberadaanku semakin jauh saja, sekarang aku berada di Singapura, menjadi TKI di Negara singa ini, lebih tepatnya sebagai kuli bangunan, aku bahagia kakak menjadi sarjana. 3 bulan kemudian kakak dapat pengumuman, ia  dapat beasiswa melanjutkan S2 di Inggris. Ah, apa kubilang, kakak memang hebat!
“aku sedang menyelesaikan atap gedung, badanku terpanggang matahari, tapi saat ini angin sepoi-sepoi menyusup masuk, aku merasakn semilir. Alhamdulillah kakak ku sekarang menjadi mahasiswa di Inggris” tulisku di akun facebook-ku.


  

Kamis, 14 Mei 2015

Jungkir Balik Buat Move On


Tahun 2007 adalah tahun kedua diberlakukannya ujian paket yang dinilai sulit, tahun sebelumnya angka ketidaklulusan siswa SMP Negeri gila-gilaan. Pada Tahun kelulusan Intan, angka kelulusan hanya meningkat nol koma sekian persen, yang artinya angka ketidaklulusan siswa tahun ini masih terbilang fantastis, maka beruntunglah siswa yang lulus. Beruntung? tapi Intan tidak merasakan itu, ia ikut merasakan kesedihan Yeni dan Uyi, sahabtnya, meskipun ia juga tidak bisa menyembunyikan perasaan haru saat ibunya dengan bangga menceritakan kelulusannya pada tetangga. Seketika rumah Uyi menjadi rumah duka yang riuh suara tangis. Para tetangga berdatangan mengucapkan belasungkawa, bahkan ada tetangga yang sukarela memanggil tabib untuk menenangkan mereka, 1 mug air yang di jampi-jampi lalu di tepuk-tepukkan ke ubun-ubun sampai kepala basah. Mereka semakin terpojok oleh pujian dan perbandingan antara Intan dengan mereka, itu tak bisa dihindari, “Tumben mereka nggak kompak, biasanya berangkat-pulang sekolah bareng, bolos sekolah bareng, di cari kerumah sama guru BP bareng, apa-apa bareng, pas kelulusan hanya Intan yang lulus, aneh!” kata tetangga di luar kamar Uyi, Ibu Uyi menyahut semangat, “Ya iyalah, Intan kan rajin, mereka malas, Intan pintar, mereka bodoh “Sejak kapan Ibu Uyi memujiku seperti itu? biasanya bayanganku baru muncul saja, dia sudah siap meledakkan ultimatum agar aku kapok mengajak Uyi main terus”, Intan menggumam.
“Gue mau mati aja” teriak Uyi yang di jawab antusias oleh Tia “Mati? Terus rencana Veloza nikah di bulan dan tahun yang sama gimana?” meski Tia lebih memilih berhenti sekolah tapi persahabatan mereka bertiga tetap terjalin. Tia juga menjadi orang yang paling peduli dengan nasib genk mereka, Veloza, Baginya Veloza adalah harga dirinya, Veloza adalah kiblat pergaulan anak muda di kampungnya.
Uyi bergeming. Tia melanjutkan cermahnya dengan serius “Perjalanan masih sangat panjang, ijazah SMP tidak akan berarti apa-apa. Kita harus beruntung di Veloza ada yang lulus. lihat Virgo, satupun ga ada! Jadi kita bisa membuktikan siapa sampah sebenarnya, betapa sampahnya geng mereka” Tia terkekeh, merasa menang dari rival geng sekampungnya yang berisi cewek-cewek centil hobi pamer cowok, Virgo.
“lagian ini Cuma masalah sepele, orang-orang saja yang terlalu heboh” tambahku mantap.
 “Enteng bener, mentang-mentang lulus, mending pulang sana kasi tau semua orang kalau elo lulus” Seloroh Uyi dengan keras tapi Intan tidak peduli, baginya Uyi tetap malaikat yang selalu bersedia menginap di rumahnya setiap ia rapuh oleh cinta. “Ntar malam kita party, kecil-kecilan aja, gue undang anak-anak agar siapkan makanannya”
“Elo mau kita semua ngerayain kelulusan elo?” Kali ini Yeni yang biasanya lemah lembut bersikap seperti Uyi. Sejak tadi sebenarnya mereka sentiment dengan Intan, Intan berusaha mengabaikannya tapi tatapan itu bicara, betapa geramnya mereka dengan Intan, tak pernah sekalipun ada tatapan se-horor itu sepelik apapun pertengkaran mereka. Mereka cemburu?
***
Dua hari berlalu, keadaan sudah membaik, party yang mereka rencanakan seminggu sebelum kelulusan berjalan, lampu disko sudah kelap-kelip sejak habis magrib, dentuman music aliran keras menghentak. Sangat mengganggu, untuk itu tetangga sering nyemprot merka. Kaos sablon warna biru muda bertuliskan “We are Veloza, We Are Soulmate” yang dipesan Tia, sudah mereka kenakan. Kali ini Intan dapat dispensasi dari Ibunya untuk keluar malam bahkan untuk menginap. Aman.
“kaosnya keren kan?” Seru Tia.
“Tapi bayarnya gimana nih? Gue belom ada duit, tau sendiri kalo ga sekolah ya berati gue ga pegang-pegang duit” kata Intan, pertanyaan yang sebenarnya tidak penting. Karena Tia sudah pasti memberikan kaos itu Cuma-Cuma. Tia yang manja selalu mengancam tidak mau sekolah setiap permintaannya tidak dipenuhi, sampai akhirnya dia benar-benar putus sekolah. sekarang ancaman terbarunya adalah, kabur dari rumah, tak ada yang dibantah orangtuanya.
“makanya berguru sama gue, gue mah udah jaga-jaga kalo lagi libur panjang gini” Mereka tertawa, Uyi memang terkenal dengan bisnis sekolahnya—sekolah yang di jadikan bisnis, menipu orangtua, alasan beli buku, bla bla bla.
 “Lo pake alasan beli buku juga abis ujian?” Yeni menahan tawa.
“Gue bilang buat beli batu akik jadi kado buat guru tercinta” Mereka tertawa terbahak-bahak, lupa bahwa dua hari lalu mereka menangis karena tidak lulus. diacak-acaknya rambut Uyi si jago ngibul.
Lampu motor pacar menyorot, membuat silau. Tak ada debaran, atau getar-getar cinta mewarnai pertemuan mereka dengan pra-pria  itu. semua biasa saja, karena kehadiran merka tak lebih dari pewarna untuk memberi imej keren pada Veloza dan tentu saja untuk pamer-pamer pada Virgo. Katanya keren, masa nggak ada satu cowokpun yang nyantol sama kalian sih? Olok-olokan Virgo masih terngiang di telinga merka, terutama Tia. Tapi Intan saja sudah pernah patah hati sama cowok, siapa dia?

Selasa, 12 Mei 2015

Si Andrea Hirata's addict Jatuh Cinta...

Hei andrea hirata jadi2an…
Dimana kamu sembunyi? Tidakkah kamu mau tau dampak dari setiap ocehan2 muluk2mu itu?
Kamu minta aku bermimpi, lalu kamu bilang tuhan pastiu akan memeluk mimpiku itu…
Idiot mana yang sudah mempengaruhgi kamu sebegitu dahsyatnya hingga kamu yang “kata mereka” jauh dibawahku dapat bertahan dalam kesendirian dalam kesepian selama ini, tidakkah kamu tertarik menjadi mereka yang mengatakan dirinya gampang beradaptasi dan gampang bersosialisasi itu?
Hei Bebob, hahah panggilan gila yang telah mengubah hidupmu, mengubah waktu2mu yang penuh perhitungan-kamu yang diciptakan untuk hanya bergaul dengan huruf2, masihkah kamu meluangkan waktu emasmu itu untk sekedar mengingat nama ini “bebob”…

Si serius yang apa adanya, yang so easy to take his way..
Kenapa diammu memukau semua orang yang mencemoohmu? Lalu kenapa kamu tidak beranjak dari semua yang membuatmu terlihat bodoh?  

Si pendiam yang rupawan…
For the first in your life, katamu hanya aku pribadi yang dapat membuat jantungmu seperti disengat lebah, katamu hanya akau yang membuat aplikasi “SMS” di hapemu terpakai sempurna, katamu hanya aku yang membuatmu terjaga semalam karena rindu, so where ar you now?
Bisakah kamu perdengarkan aku kembali mimpi2 besarmu? Aku butuh itu, sang pemimpi…

Iseng2 dahlan iskan



Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.
Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati (catatan tersebut dapat dibaca di Pengalaman Pribadi Menjalani Tranplantasi Liver) pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina.
Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN (untuk Catatan Dahlan Iskan pada saat menjabat sebagai Direktur Utama PLN dapat disimak di CEO Notes, sedang Catatan Dahlan Iskan pada saat menjabat sebagai Mentri BUMN dapat disimak di Manufacturing Hope).
Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 63 tahun), adalah mantan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group yang bermarkas di Surabaya posisinya tersebut kemudian digantikan oleh putranya, Azrul Ananda. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009.[1] Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.[2]
Daftar isi
Karier
Awal karier
Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Jawa Pos
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah[3], serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
Fangbian Iskan Corporindo (FIC)
Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong, dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.
Perusahaaan Listrik Negara (PLN)
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta.[1][4] Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN)
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.[5]
Dahlan melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan.[6]
Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa.[7] Adapun, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.[7]
Ia juga giat mendukung program mobil nasional yang berpenggerak listrik. Pada tanggal 5 Januari 2013, ia mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil listrik Tucuxi di kawasan Tawangmangu, Jawa Timur. Dahlan Iskan selamat, namun mobilnya rusak parah. Setelah kecelakaannya bersama Tucuxi, Dahlan Iskan tidak mundur untuk mengembangkan mobil listriknya. Bersama Putra Petir, Dahlan Iskan mengembangkan mobil listrik generasi kedua yang akan dipertunjukkan di KTT APEC di Bali. Mobil listrik tersebut meliputi jenis mobil-mobil sport, bus, minibus, dan lain-lain, di antaranya Selo, Arimbi dan Gendhis.
Konvensi Capres 2014 Partai Demokrat
Pada tahun 2013, Dahlan Iskan bersama 11 orang lainnya; Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo dan Sinyo Harry Sarundajang mengikuti Konvensi Calon Presiden dari Partai Demokrat[8]. Pada 16 Mei 2014, Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat mengumumkan hasil survei atas 11 peserta konvensi di kantor DPP Partai Demokrat. Hasilnya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menempati posisi terunggul dibandingkan peserta konvensi lainnya.[9]
Kehidupan pribadi
Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.[10]
Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang pengalaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi transplantasi hati di Tiongkok.[11]
Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.[1]